Senin, 26 November 2012

Adab Menuntut Ilmu (3)


Ketujuh, Bersikap lemah lembut dalam menasati mereka apabila engkau melihat mereka menyalahi aturan. Al-Imam asy-Syafi’I berkata, Barangsiapa menasehati saudaranya dalam sembunyi, dia sungguh telah menasehatinya dan menghiasinya. Dan barangsiapa menasehati saudaranya di keramaian, dia sungguh telah mencemarkan dan melecehkannya. Asy-Sya’rani berkata, Orang yang tidak menutupi kekeliruan yang dia lihat dari saudara-saudaranya, berarti dia telah membuka pintu ketersikapan aib dirinya sendiri dari sekedar ketersingkapan aib mereka”.

Rasulullah saw bersabda, Barangsiapa menutupi aib saudaranya, Allah akan menutup aib dirinya. Dan barangsiapa menyingkapkan aib saudaranya, Allah akan menyingkapkan aib dirinya hingga karenanya dia menjadi tercemar bahkan di dalam rumahnya sendiri”. (HR. Ibnu Majah).

Anda mungkin pernah menjumpai orang yang sangat senang menceritakan aib orang lain bahkan mencari-cari aib dan kesalahan orang lain untuk diceritakan kepada banyak orang dan dia dengan bangga menceritakan kesalahan orang lain tersebut. Semakin banyak dia menceritakan aib orang lain maka dia merasa semakin senang dan merasa semakin bersih dan suci. Orang seperti ini jenis manusia yang berperilaku buruk dan tidak bisa dijadikan teman.

Kalau ada ada teman yang bersikap tercela dan memiliki aib maka nasehati dia dengan lemah lembut agar dia mau meninggalkan sifat-sifat tercela tersebut dan anda ikut mendoakan dia agar dia mau memperbaiki kesalahannya. Bukan anda dengan bangga mengumumkan kepada seluruh orang, kalau perlu seluruh dunia wajib mengetahui keburukan teman anda. Ketahuilah bahwa mungkin saat ini dia khilaf, dia jatuh, jangan tertawakan dia karena anda juga berada di jalan yang sama yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi juga seperti yang dia alami.

Kalau ada yang menceritakan kejelekan orang lain kepada anda, maka doakanlah agar orang yang dianggap buruk perilaku tersebut dengan doa yang baik agar perilakunya bisa berubah menjadi baik dan jangan pernah menceritakan kepada orang lain apalagi menceritakan kepada public yang lebih banyak mudharat dari manfaatnya. Semua kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, suatu saat nanti kita akan terjatuh kepada kerikil yang sama dan kalau kita berusaha membantu orang lain yang terjadi suatu saat kita juga akan dibantu orang lain

Bagi seorang sahabat, tidak ada kesalahan dari sahabatnya yang ada adalah kebaikan dan kebaikan seperti kisah berikut, Suatu hari, seorang lelaki yang telah bersahabat dengan Ibrahim bin Adham, ketika hendak berpisah, berkata kepada Ibrahim bin Adham, Sayyidi, kenapa anda tidak pernah mengingatkan aku akan aib yang ada pada diriku? lalu Ibrahim bin Adham menjawab, Saudaraku, aku tidak pernah melihat satu pun aib dalam dirimu, karena aku melihatmu dengan mata cinta. Bertanyalah kepada selain aku tentang aibmu”.

Kedelapan, Berprasangka baik kepada mereka. Apabila engkau melihat ada aib pada mereka, berucaplah dalam diri, Sungguh, aib itu ada pada diriku. Karena seorang muslim adalah cermin bagi muslim lainnya. Yang dilihat seseorang pada cermin hanyalah bayangan dirinya sendiri”.

Manusia paling mudah menyalahkan orang lain agar dia berada di posisi benar. Kalau anda mengatakan kawan anda penipu, penjahat dan lain-lain, apakah anda tidak sadar sebenarnya yang anda lihat itu adalah cermin dari diri anda sendiri. Kalau anda mengatakan teman anda penipu dan telah menipu anda, tidakkah anda renungi kenapa anda bisa berteman dengan penipu dan kenapa Allah mengizinkan orang tersebut menipu anda. Di dunia ini telah berlaku hukum Ketertarikan, sesuatu yang sifatnya sama akan menarik energy yang sama pula. Kambing tidak akan mungkin berkawan dengan harimau dan Ayam tidak akan mungkin berteman dengan musang.

Kalau anda mengatakan teman anda seorang pencuri, penipu, preman, penzina dan segudang keburukan lain dan anda merasa menjadi korban dari perilaku buruk teman anda sendiri, saya ucapkan selamat kepada anda, selamat bercermin karena sebenarnya yang anda lihat itu bukan orang lain, tapi itu adalah diri anda sendiri. Kalau anda menceritakan keburukan teman anda berarti anda tanpa sadar sedang menceritakan diri anda sendiri.

Alangkah lebih baik kita belajar dari kesalahan, belajar menyadari bahwa diri kita tidaklah sempurna. Rasulullah saw junjungan kita memberikan nasehat mulia agar kita mau menutupi aib saudara kita. Menceritakan hal-hal buruk tanpa sadar mengundang hal-hal yang jauh lebih buruk.

Bersambung…

Judul: Adab Menuntut Ilmu (3)
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
By Unknown
Terimakasih Atas Kunjungan Sahabat... Silahkan tulis kritik dan saran di kotak komentar
Barakallahu Fiikum