Minggu, 11 November 2012

Jason Cruz, Mantan Pastor: Saya Beruntung Memeluk Islam (1)

jason cruz mantan pastor : saya beruntung memeluk islam

REPUBLIKA.CO.ID, ARIZONA – “Alhamdulillah, saya mendapatkan hidayah Allah dan masuk Islam sejak tahun 2006,” ujar Jazon Cruz, mengawali pembicaraan.

“Saya sebenarnya agak ragu, ketika diminta berkisah tentang jalan hidup yang saya tempuh, dan bagaimana saya mendapatkan hidayah Allah,” sambungnya.

Wajar saja. Sebab, Cruz tak mau terjebak pada ketenaran semu sebagaimana yang terjadi pada sebagian orang, hanya karena mereka masuk Islam. Ia juga sadar, dirinya memiliki tantangan yang serupa. Apalagi mengingat statusnya sebagai seorang pendeta cukup kenamaan di kotanya.

“Namun, sekali lagi saya katakan, semoga saya tidak terjebak pada sikap riya karena memeluk agama yang dibawa Rasulullah ini. Semoga Allah, menjauhkan sifat itu dari diri saya,” harapnya.

Oleh sebab itu, ketika dimintai laman www.islamreligion.com untuk menuturkan perjalanan hidupnya. Cruz meminta agar penekanan kisah hidupnya fokus pada ‘kerja’ Allah yang telah memberinya sejumput hidayah. “Sebab, siapa pun takkan mungkin masuk Islam dan tulus mengikuti ajaran Rasulullah, jika ia tidak mendapat hidayah Allah,” ujarnya.

Jason Cruz lahir dalam keluarga Katolik Roma yang secara resmi tinggal di New York, AS. Sebenarnya, sang ibulah yang murni Katolik Roma. Sedangkan ayahnya seorang Presbiterian yang ‘terpaksa’ masuk Katolik hanya agar dapat menikahi sang bunda. “Kami selalu ke gereja tiap hari Minggu. Saya juga menjalani katekismus, komuni pertama, dan konfirmasi di Gereja Katolik Roma,” tuturnya.

Ketika masih belia, Cruz sudah merasa mendapat panggilan Tuhan. Panggilan ini ia tafsirkan sebagai panggilan imamat Katolik Roma. Ia pun mengungkapkannya pada sang bunda, “Ibu sangat bahagia mendengarnya, dan langsung mengajak saya untuk bertemu pastor di paroki setempat,” ungkapnya.

Sayangnya, si pastor tak terlalu senang diusik oleh kedatangan mereka. Ia bahkan menyarankan agar si bocah tidak terjun ke dunia imamat. Hal itu membuat Cruz sangat sedih. “Kejadian itu sangat menjengkelkan saya, bahkan hingga hari ini. Saya tak tahu bagaimana kondisinya akan berbeda, jika saja responsnya sedikit positif,” kata dia.

Sejak ditolak memenuhi seruan Tuhan di paroki tersebut, Cruz menjalani kehidupan yang lain; tenggelam dalam dunia malam. Apalagi, tak lama setelah kejadian di paroki, kedua orang tuanya bercerai. Cruz sangat kehilangan sosok ayah yang tak lagi hadir di dekatnya.

(Bersambung)
Judul: Jason Cruz, Mantan Pastor: Saya Beruntung Memeluk Islam (1)
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
By Annang ASWAJA
Terimakasih Atas Kunjungan Sahabat... Silahkan tulis kritik dan saran di kotak komentar
Barakallahu Fiikum