Minggu, 10 Februari 2013

KEUNTUNGAN MENJADI ORANG SHALEH

keuntungan menjadi orang shaleh
Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT sebagai petunjuk bagi orang-orang yang berserah diri (hudalil muttaqien), mengimani yang ghaib, mendirikan sholat serta membelanjakan hartanya di jalan Allah. Ini adalah suatu pernyataan tersirat bahwa untuk menjadi orang yang shaleh, kita harus menjadikan Al-Quran sebagai pegangan dan petunjuk hidup yang dapat menyucikan diri kita, dapat mengangkat derajat kita ke jenjang yang lebih tinggi serta dapat melindungi kita dari tergelincir ke dalam nista dan nestapa.

Sunan Bonang pernah menggubah sebuah tembang dalam masa penyebaran Islam di Tanah Jawa. Tembang itu kini terkenal. Salah satu dari lirik tembang tersebut menganjurkan kita untuk berkumpul/bergaul dengan orang-orang yang shaleh sebagai obat hati agar memperoleh ketenangan. Berkumpul dengan orang-orang yang shaleh tentunya akan membuat warna kita menjadi warna orang-orang yang shaleh. Karena kita tentunya juga akan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh orang-orang shaleh.

Ada baiknya sahabat baca postingan terdahulu "Dekatkan Ruh Kita Dengan Ruh Para Sholihin"


Orang Shaleh Didoakan dan Mendoakan Sesama Orang Shaleh

Manusia  memperoleh berlipat-lipat “keuntungan” dalam menjadi orang shaleh. Menjadi orang shaleh mendapatkan safa'at dari Rasulullah SAW. Menjadi orang shaleh juga akan didoakan oleh sesama orang shaleh. Mungkin ada baiknya kita cermati lagi ketika kita membaca doa sholat pada saat duduk Tahiyat. Di antaranya kita membaca:

“Assalamu alaina wa ala ibadillahi shalihin”.

Bacaan ini dalam riwayatnya adalah jawaban Rasulullah SAW pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj ketika beliau membacakan Tahiyat yang ditujukan untuk Allah SWT

“Attahiyatu mubarokatu salawatu toyyibatu lillah” (Segala penghormatan dan berkat solat yang baik adalah untuk Allah SWT)
dan Allah membalasnya dengan “Assalamualaika ayuhanabiyu warahmatullahi wabarakatuh” (Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatann-Nya).

Berikutnya Nabi SAW membalas kembali dengan bacaan tersebut (Sejahtera atas kami dan atas orang-orang yang shaleh).

Seandainya dalam setiap sholat kita meresapi arti kata tersebut, sungguh, kita telah mendoakan orang-orang yang shaleh dan apabila kita juga termasuk orang-orang yang shaleh, maka semua umat Islam yang melaksanakan sholat setiap hari akan mendoakan kita.

Maka sudah sewajarnyalah hati kita tergetar oleh itu. Jiwa kita tergerak untuk selalu berbuat baik, mengikuti petunjuk Allah SWT seperti apa yang telah diturunkan dalam Al-Quran sebagai “hudalill muttaqien“.

Tidakkah kita ingin termasuk menjadi orang-orang yang didoakan oleh setiap orang pada saat mendirikan sholat?

Apabila kita dinilai shaleh oleh Allah SWT dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang tersebut maka sejahteralah kita dalam menjalani kehidupan ini. Ini adalah sebuah kemurahan yang tiada tara dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Marilah kita hidup menjadi orang yang baik, membaca dan menghayati Al-Quran dan Sunnah Nabi agar bisa menjadi petunjuk dalam hidup agar kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang shaleh.

Judul: KEUNTUNGAN MENJADI ORANG SHALEH
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
By Annang ASWAJA
Terimakasih Atas Kunjungan Sahabat... Silahkan tulis kritik dan saran di kotak komentar
Barakallahu Fiikum