Jumat, 15 Februari 2013

Kitab Maulid Simtud Durar Ungkapan Cinta Kepada Rasulullah SAW

kitab maulid simtud durar ungkapan cinta kepada rasulullah saw
Jika belasan tahun yang lalu hanya kalangan tertentu yang mengenal dan membaca kitab Maulid Simtud Durar di Indonesia, kini keadaannya telah berubah. Kitab ini dalam tahun-tahun belakangan semakin populer mendampingi kitab-kitab Maulid lain yang telah lebih dahulu ada.

Simtud Duror habib Ali bin Muhammad Alhabsyi sebelum tersebar luas di Indonesia, kitab ini telah menyebar di Jazirah Arab, Afrika, dan beberapa negeri lain di Asia, dan kini telah mencapai benua Eropa, Amerika, dan belahan dunia lainnya. Simtud Durar ditulis oleh Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ketika ia berusia 68 tahun.

Pada hari Kamis tanggal 26 Shafar 1327 H/18 Maret 1909, Habib Ali mendiktekan paragraf awal Maulid Simtud Durar setelah memulainya dengan basmalah, yakni mulai dari al-hamdu lillahil qawiyyi sulthanuh dan seterusnya hingga wa huwa min fawqi ilmi ma qad ra-athu rif‘atan fi syu-unihi wa kamala. Ia kemudian memerintahkan agar tulisan itu dibacakan kepadanya. Setelah pendahuluan itu dibacakan, ia berkata, “Insya Allah aku akan menyempurnakannya. Sudah sejak lama aku berkeinginan untuk menyusun kisah Maulid.”

Pada hari Selasa awal Rabi’ul Awwal 1327 H/23 Maret 1909M, ia memerintahkan agar Maulid yang telah ia tulis dibaca. Kemudian pada malam Rabu 9 Rabi’ul Awwal 1327 H/31 Maret 1909 M, ia mulai membaca Maulidnya di rumahnya setelah Maulid itu disempurnakan.

Dalam kesempatan itu ia mengatakan, “Maulid ini sangat menyentuh hati, dan ia baru selesai disusun.” Pada hari Kamis 10 Rabi’ul Awwal 1327 H/1 April 1909 M, ia menyempurnakannya lagi. Dua hari kemudian, Sabtu 12 Rabi’ul Awwal, ia membaca Maulid tersebut di rumah muridnya, Sayyid Umar bin Hamid Assegaf. Sejak saat itu, ia membaca Maulidnya sendiri, Simthud Durar. Sebelumnya ia membaca Maulid Ad-Diba‘iy.

Disebutkan pula, Maulid Simtud Durar pertama kali dibaca di rumah Habib Ali, kemudian di rumah muridnya, Habib Umar bin Hamid. Para sahabatnya kemudian meminta agar Habib Ali membaca Maulid itu di rumah-rumah mereka. Memenuhi permintaan mereka, ia pun mengatakan, “Selama bulan ini, setiap hari aku akan membaca Maulid Simtud Durar di rumah kalian secara bergantian.”

Habib Ali juga mengatakan, “Dakwahku akan tersebar ke seluruh penjuru. Maulidku ini akan tersebar ke tengah-tengah masyarakat, akan mengumpulkan mereka kepada Allah dan akan membuat mereka dicintai Nabi SAW.”

Ia juga mengatakan, “Jika seseorang menjadikan kitab Maulidku ini sebagai wiridnya atau menghafalnya, sirr (rahasia) Al-Habib Shallallahu `Alaihi wa Sallam akan tampak pada dirinya. Aku yang mengarangnya dan mendiktekannya. Namun, setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Nabi SAW. Pujianku kepada Nabi SAW dapat diterima oleh masyarakat. Ini karena besarnya cintaku kepada Nabi SAW.”

Ketermasyhuran kitab Maulid Simtud Durar juga membuat penyusunnya semakin terkenal. Orang semakin tahu dan semakin ingin tahu lagi ihwal kehidupan dan kelebihannya sebagai salah seorang tokoh ulama Alawiyyin terkemuka abad ke-19 Masehi (abad ke-13 Hijriyyah) di Hadhramaut.

Kitab Maulid Simtud Durar adalah Ungkapan Cinta al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi Kepada Nabi Muhammad SAW.
Siapa al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi ??? DISINI
Mau tahu terjemahan Kitab Maulid Simtud Durar ??? DISINI



Judul: Kitab Maulid Simtud Durar Ungkapan Cinta Kepada Rasulullah SAW
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
By Annang Wibowo
Terimakasih Atas Kunjungan Sahabat... Silahkan tulis kritik dan saran di kotak komentar
Barakallahu Fiikum