Jumat, 22 Februari 2013

JANGAN TAKUT DIANGGAP BID'AH MEMULIAKAN NABI MUHAMMAD SAW

jangan takut dianggap bid'ah memuliakan nabi muhammad saw
Barangkali sahabat pernah atau malah sering dianggap Mengkultuskan Nabi Muhammad SAW, ketika kita mengucapkan sebutan Sayyidina untuk memuliakan Rasulullah SAW, ketika kita membaca qasidah sholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Ketika kita menghadiri pembacaan Maulid Nabi SAW dan berdiri mahallul qiyam... Jangan-jangan ketika kita mengidolakan Nabi Muhammad SAW dan merindukan beliau SAW kita dapat anggapan serupa ? hmmm... :)

Ketika kita memajang foto ulama di rumah dan ketika kita mencium tangan ulama sholihin serta ketika menziarahi para ulama-ulama sholihin atau para aulya yang telah mendahului kita maka kesemuanya itu dianggap lagi oleh kaum wahabiyyun dengan tuduhan mengkultuskan manusia kemudian dianggap sesat dan ujung ujungnya kita divonis ke neraka.

Sebenarnya apa itu KULTUS?

Kultus adalah menuhankan, hal ini seperti Isa as yang dituhankan oleh Nasrani, dan Uzair yang dituhankan Yahudi, atau yang disembah sebagai tuhan selain Allah. Namun mereka menjatuhkan istilah itu pada Ahlussunnah Wal Jama'ah oleh karena memuliakan Rasul SAW dan memuliakan Ulama, tentunya itu bukan pada tempatnya.

Sifat penentangan dan penuduhan dan kebencian atas orang orang yang mengagungkan ulama, adalah sifat warisan Iblis. Sebagaimana Iblis adalah ahlussujud, beribu tahun ia tak menyekutukan Allah SWT, namun Iblis tak mau memuliakan orang yang dimuliakan Allah. Padahal jika Iblis disuruh sujud pada Allah maka ia pasti taat pada Allah SWT,

Tapi Iblis tak mau memuliakan orang yang mulia, ia tak mau sujud pada makhluk, ia tak merasa sama dengan Adam as bahkan lebih mulia, ia tak mau memandang bahwa Adam as ini walau dicipta dari tanah namun ia dimuliakan Allah SWT. Dan Adam as dimuliakan Allah dengan ilmu yang melebihi Iblis dan para malaikat, sebagaimana firman Nya :

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!".  mereka menjawab: "Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka Nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka Nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa Sesungguhnya aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (QS. Al Baqarah: 30-33)

Demikianlah sifat Iblis, dan sifat ini terwariskan dan tertitiskan pada segolongan orang yang hobby main vonis tadi. Mereka menentang memuliakan Rasul SAW dan ulama, padahal para sahabat sangat mengagungkan Rasul SAW tanpa tanggung tanggung... mereka berebutan air bekas wudhu Rasulullah SAW dan mengusapkannya kewajah dan tangannya (Shahih Bukhari), mereka juga berebutan Rambut Rasulullah SAW (Shahih Bukhari) dan banyak lagi tentang pengagungan para sahabat pada Nabi SAW.

Iblis tak diam, ia terus mencari orang-orang yang akan dititisi sifat sifatnya sebagaimana ketika datang seseorang dari Najd yang tidak sopan pada Rasulullah SAW dan ketika Nabi SAW membagi bagi kepada sebagian dari mereka maka orang itu berkata : "Bertakwalah pada Allah wahai Muhammad!", (maksudnya adalah : kau harus adil dalam pembagian ini!), maka Rasul SAW menjawab : "Siapa yang taat pada Allah kalau aku bermaksiat pada Allah..?!", Lalu orang itu hampir dibunuh, tapi Rasul SAW melarangnya, dan Rasul SAW berkata : "akan keluar dari keturunan orang ini orang-orang yang membaca Al-Qur'an dan tidak melebihi tenggorokannya, mereka semakin jauh dari agama bagaikan panah menjauh dari busurnya, mereka memusuhi orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala, bila kujumpai mereka maka akan kuperangi mereka sebagaimana diperanginya kaum 'Aad". (Shahih Bukhari)

Inilah yang diwanti wanti oleh Rasulullah SAW. Sifat iblis yang tak menghormati para nabi, muncul pada orang Najdi itu, yang kemudian Rasulullah SAW berkata dari keturunan orang itu akan munculnya segolongan orang-orang yang yang tersebut diatas tadi. Mereka memerangi orang muslim, dan mereka tak memerangi orang yang menyembah berhala.

Orang wahabi terus memerangi orang muslim, yang sholat, puasa, zakat, haji dll. Mereka dianggap musyrik hanya karena memajang foto orang shalih, padahal mereka sama sekali tak menyembahnya, atau berziarah kubur yang itu jelas jelas sunnah, namun dikatakan Musyrik.

Adakah sahabat yang memajang foto orang-orang shaleh kemudian menganggapnya sebagai tuhan?
Lalu ada apa dengan penuduhan musyrik ini?

Ummat ummat terdahulu menyembah patung, lalu muslimin sujud pula pada ka'bah, bukankah kabah itu batu?
Kenapa sujud padanya?
Lalu mengapa malaikat diperintahkan sujud pada makhluk?
Dalam konteks ini menurut versi pemikiran wahabi, maka yang tauhidnya suci hanyalah Iblis, karena hanya Iblis yang tak mau sujud pada makhluk, dan para malaikat itu semuanya musyrik, karena sujud pada makhluk.

Begitukah?

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar ra bila datang dari perjalanan dan tiba di Madinah maka ia segera masuk masjid dan mendatangi Kubur Nabi SAW seraya berucap :
"Assalamualaika Yaa Rasulallah, Assalamualaika Yaa Abu Bakar, Assalamualaika Ya Abataah (wahai ayahku)”. (Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.10051)

Berkata Abdullah bin Dinar ra : "Kulihat Abdullah bin Umar ra berdiri di kubur Nabi SAW dan bersalam pada Nabi SAW lalu berdoa, lalu bersalam pada Abu Bakar dan Umar ra”
(Sunan Imam Baihaqiy ALkubra hadits no.10052).

Barangkali para wahabi menganggap bahwa Rasulullah SAW adalah manusia biasa seperti mereka, padahal Allah SWT telah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari”. (Al-Hujurat : 2).

jangankan menyalahkan, bahkan mengeraskan suarapun sampai sedemikian kerasnya ancaman Allah SWT. Rasul SAW bersabda :

"Aku tak takut kemusyrikan menimpa kalian, yang kutakutkan adalah keluasan dunia yang menimpa kalian (sebagaimana Saudi Arabia dan Negara wahabi lainnya) (Shahih Bukhari).

Jelaslah sudah bahwa Rasul SAW telah menjawab seluruh fitnah mereka, bahwa Rasul SAW tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya, hanya Iblis saja yang tak rela muslimin memuliakan ulama. Iblis ingin muslimin sama sama dengannya, tak memuliakan siapapun selain Allah SWT, namun Allah SWT telah menetapkan tempat bagi mereka kelak di akhirat... gak perlu disebutkan dimana itu ya sahabat... nanti malah ketularan mereka, suka main vonis... he he heee...

Semoga Manfaat - Salama Ukhuwah Fillah
Judul: JANGAN TAKUT DIANGGAP BID'AH MEMULIAKAN NABI MUHAMMAD SAW
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
By Annang Wibowo
Terimakasih Atas Kunjungan Sahabat... Silahkan tulis kritik dan saran di kotak komentar
Barakallahu Fiikum