Tampilkan postingan dengan label DOA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DOA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

CINTA NABI DAUD KEPADA ALLAH

cinta nabi daud kepada allah
Nabi Daud ’alihis-salaam merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir.  Inilah penjelasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai doa Nabi Daud tersebut:


Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini.  

Pertama, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah Ar-Rahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha  Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sebab itulah Nabi Daud ’alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud ’alihis-salaam. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud ’alihis-salaam.


Dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)

Kedua, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah. Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.
Hal ini sangat berkaitan dengan Al-Wala’ dan Al-Bara’ (loyalitas dan berlepas diri).  Yang dimaksud dengan  Al-Wala’  ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan Al-Bara’ ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud ’alihis-salaam berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.

Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersada: “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.” (HR muslim 4773)

Ketiga, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah. Setelah memohon cinta Allah kemudian cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud ’alihis-salaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mencintai Ash-Shobirin (orang-orang yang sabar). Siapakah yang dimaksud dengan Ash-Shobirin? Apa sifat dan perbuatan mereka sehingga menjadi dicintai Allah?

”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)

Keempat, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin. Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud ’alihis-salaam kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap air dingin.
Mengapa di dalam doanya Nabi Daud ’alihis-salaam perlu mengkontraskan cinta Allah dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi yang telah dimilikinya.

Jadi bagian terakhir doa Nabi Daud ’alihis-salaam mengandung pesan pengorbanan. Ia rela mengorbankan segalanya, termasuk dirinya sendiri, keluarganya sendiri maupun kesenangan duniawinya asal jangan sampai ia mengorbankan cinta Allah. Ia amat mendambakan cinta Allah. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat faham maksud Allah di dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah ayat 24)

Sumber : eramulsim
 

Minggu, 10 Februari 2013

KEUNTUNGAN MENJADI ORANG SHALEH

keuntungan menjadi orang shaleh
Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT sebagai petunjuk bagi orang-orang yang berserah diri (hudalil muttaqien), mengimani yang ghaib, mendirikan sholat serta membelanjakan hartanya di jalan Allah. Ini adalah suatu pernyataan tersirat bahwa untuk menjadi orang yang shaleh, kita harus menjadikan Al-Quran sebagai pegangan dan petunjuk hidup yang dapat menyucikan diri kita, dapat mengangkat derajat kita ke jenjang yang lebih tinggi serta dapat melindungi kita dari tergelincir ke dalam nista dan nestapa.

Sunan Bonang pernah menggubah sebuah tembang dalam masa penyebaran Islam di Tanah Jawa. Tembang itu kini terkenal. Salah satu dari lirik tembang tersebut menganjurkan kita untuk berkumpul/bergaul dengan orang-orang yang shaleh sebagai obat hati agar memperoleh ketenangan. Berkumpul dengan orang-orang yang shaleh tentunya akan membuat warna kita menjadi warna orang-orang yang shaleh. Karena kita tentunya juga akan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh orang-orang shaleh.

Ada baiknya sahabat baca postingan terdahulu "Dekatkan Ruh Kita Dengan Ruh Para Sholihin"


Orang Shaleh Didoakan dan Mendoakan Sesama Orang Shaleh

Manusia  memperoleh berlipat-lipat “keuntungan” dalam menjadi orang shaleh. Menjadi orang shaleh mendapatkan safa'at dari Rasulullah SAW. Menjadi orang shaleh juga akan didoakan oleh sesama orang shaleh. Mungkin ada baiknya kita cermati lagi ketika kita membaca doa sholat pada saat duduk Tahiyat. Di antaranya kita membaca:

“Assalamu alaina wa ala ibadillahi shalihin”.

Bacaan ini dalam riwayatnya adalah jawaban Rasulullah SAW pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj ketika beliau membacakan Tahiyat yang ditujukan untuk Allah SWT

“Attahiyatu mubarokatu salawatu toyyibatu lillah” (Segala penghormatan dan berkat solat yang baik adalah untuk Allah SWT)
dan Allah membalasnya dengan “Assalamualaika ayuhanabiyu warahmatullahi wabarakatuh” (Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatann-Nya).

Berikutnya Nabi SAW membalas kembali dengan bacaan tersebut (Sejahtera atas kami dan atas orang-orang yang shaleh).

Seandainya dalam setiap sholat kita meresapi arti kata tersebut, sungguh, kita telah mendoakan orang-orang yang shaleh dan apabila kita juga termasuk orang-orang yang shaleh, maka semua umat Islam yang melaksanakan sholat setiap hari akan mendoakan kita.

Maka sudah sewajarnyalah hati kita tergetar oleh itu. Jiwa kita tergerak untuk selalu berbuat baik, mengikuti petunjuk Allah SWT seperti apa yang telah diturunkan dalam Al-Quran sebagai “hudalill muttaqien“.

Tidakkah kita ingin termasuk menjadi orang-orang yang didoakan oleh setiap orang pada saat mendirikan sholat?

Apabila kita dinilai shaleh oleh Allah SWT dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang tersebut maka sejahteralah kita dalam menjalani kehidupan ini. Ini adalah sebuah kemurahan yang tiada tara dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Marilah kita hidup menjadi orang yang baik, membaca dan menghayati Al-Quran dan Sunnah Nabi agar bisa menjadi petunjuk dalam hidup agar kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang shaleh.


Senin, 21 Januari 2013

Hanya Allah Sebaik Baik Tempat Bersandar

Hanya Allah Sebaik Baik Tempat Bersandar
Alhamdulillah, wash sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi.

"Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil"

Kalimat tersebut nampak sederhana, namun sesungguhnya adalah dzikir yang mengandung makna luar biasa. Dzikir ini menandakan kepasrahan seorang hamba pada Allah dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar.

Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya,

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.
(Ali ‘Imron: 173)

Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau ingin dilempar di api. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat,

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.
(HR. Bukhari no. 4563)



Renungkanlah Maknanya!

Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir berkata bahwa maksud “hasbunallah” ialah Allah-lah yang mencukupi segala urusan mereka. Sedangkan “al wakiil“, kata Al Faro’ berarti orang yang mencukupi. Demikian pula kata Ibnul Qosim. Sedangkan Ibnu Qutaibah berkata bahwa makna “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab (yang menjamin). Al Khottobi berkata bahwa “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab memberi rizki dan berbagai maslahat bagi hamba.

Dalam tafsir Al Jalalain disebutkan makna dzikir di atas ialah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar dalam segala urusan.

Syaikh As Sa’di dalam kitab tafsirnya memaparkan, “Maksud ‘hasbunallah‘ adalah "Allah-lah yang mencukupi urusan mereka" dan ‘ni’mal wakiil’ adalah "Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar segala urusan hamba dan yang mendatangkan maslahat.”
Syaikh Al Imam Al ‘Arif rahimahullah berkata bahwa dalam hadits di atas adalah isyarat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada para sahabatnya agar mereka rujuk (kembali) pada Allah Ta’ala, bersandar pada-Nya, sadar bahwa tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Nya. Kalimat “hasbunallah” adalah tanda bahwa hamba benar-benar butuh pada Allah dan itu sudah amat pasti. Lalu tidak ada keselamatan kecuali dari dan dengan pertolongan Allah. Tidak ada tempat berlari kecuali pada Allah. Allah Ta’ala berfirman,

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” (QS. Adz Dzariyat: 50) (Bahrul Fawaid karya Al Kalabadzi)

Allah-lah Yang Mencukupi

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”
(Ath Tholaq: 3).

Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan, “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah, maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ

“Barangsiapa menyandarkan diri pada sesuatu, maka hatinya akan dipasrahkan padanya”
(HR. Tirmidzi no. 2072, hadits ini hasan kata Syaikh Al Albani).

Artinya di sini, barangsiapa yang menjadikan makhluk sebagai sandaran hatinya, maka Allah akan membuat makhluk tersebut jadi sandarannya. Maksudnya, urusannya akan sulit dijalani. Hati seharusnya bergantung pada Allah, bukan pada makhluk. Jika Allah menjadi sandaran hati, tentu urusan akan semakin mudah.



Ya Allah … 
Engkau-lah yang mencukupi segala urusan kami, 
mengetahui mana yang maslahat 
dan yang mengatur segala rizki kami.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.

Semoga Bermanfaat - Salam Ukhuwah Fillah



Jumat, 11 Januari 2013

Wiridan Shalat Jum'at

Wiridan Shalat Jum'at
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Selamat Pagi sahabat... hari ini adalah hari Jum'at, tentunya bagi kaum Adam ingat ada 1 kewajiban istimewa yang harus kita jalankan pada hari Jum'at.

Ingat kan ???

Kalau gak ingat jangan jangan juga sudah gak ingat lagi bahwa dirinya adalah kaum Adam... he he heee...
Insya Allah semua sahabat ingat tentang kewajiban melaksanakan Shalat Jum'at. Kita harus mempersiapkan diri sebelumnya demi terlaksananya kewajiban tersebut.

Berkaitan dengan Shalat Jum'at, kali ini saya akan berbagi tentang do'a khusus sebagai Wiridan Shalat Jum'at.

Aisah ra berkata Rosulullah SAW bersabada: “Siapa yang membaca setelah shalat jum’at surat Al Ikhlas, Al Falaq dan Al Nas masing- masing tujuh kali, niscaya Allah SWT lindungi ia dari kejahatan sampai jum’at yang akan datang”[1]

Penjelasan

Wiridan ini sangat dianjurkan di baca setelah Shalat Jum'at karena beberapa manfaat yang akan didapat bagi yang mengamalkannya setiap Shalat Jum’at diantaranya:

1. Allah jaga ia dari segala kejahatan sampai jum’at yang akan datang[2]

2. Allah jaga agamanya, dunianya, keluarganya, dan anak-anaknya[3]

3. Allah Jamin makanan pokok dia dan anak-anaknya[4]

Adapun cara membaca Wiridan Shalat Jum'at ini sebagai berikut :

1. Dibaca setelah mengucapkan salam tanpa diselingi oleh pekerjaan / perkataan apapun dan belum melipat kedua kakinya[5].

2. Membaca surat Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas masing - masing sebanyak 7 kali

3. Membaca do’a sebagai berikut

اللهم يا غني يا حميد، يا مبدئ يا معيد، يا رحيم يا ودود، اغنني بفضلك عمن سواك، وبحلالك عن حرامك

"allohumma ya goniyyu ya hamid, yaa mubdi'u ya mu'id, ya rohiimu, ya waduud, agninii bifadhlika 'amman siwak, wabihalaalika 'an haroomika"

Ibnu Masud berkata : “Siapa yang membaca do’a ini setelah membaca wiridan yang di sebutkan, niscaya Allah cukupkan rizqinya dan memberikan kepadanya rizqi dari jalan yang tak terduga"[6]

Jika kita sudah mengetahui manfaat mengamalkan Wiridan Shalat Jum’at ini, maka tidak ada alasan untuk kita meninggalkannya. Jika kita beralasan sibuk mencari uang, ketahuilah bahwa yang memberi rizqi adalah zat yang menciptakan kita dan dan Dia akan menjamin rizqi orang- orang yang mengamalkan Wiridan Shalat Jum'at ini.


Catatan:

[1] Hadis diriwayatkan oleh: Imam Al Bayhaqi Hadis no.2473,Ibnu Suny no.374, Ibnu Syahin no.472

[2] Hadis riwayat Ibnu Suny. Hadis no. 374

[3] Riwayat Al Barizy dari Al Hasan

[4] Lihat Kanzul Amal. Hadis no. 4985

[5] Lihat Fadhoil Al Qur’an Imam Al Barizi

[6] I’anah Al Thalibin zuz 2



Al Ikhlas

1. Qul huwallaahu ahad "Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa"

2. Allaahu shshamad "Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu"

3. Lam yalid walam yuulad "Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan"

4. Walam yakun lahu kufuwan ahad "dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"



Al Falaq

1. Qul a'uudzu bi rabbil falaq "Aku berlindung kepada Tuhan (yang menguasai) cuaca subuh"

2. Min syarri maa khalaq "dari kejahatan makhluk-Nya"

3. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab "dan dari kejahatan malam apabila telah gelap"

4. Wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqad "dan dari kejahatan tukang-tukang sihir yang meniup pada ikatan"

5. Wa min syarri haasidin idzaa hasad "dan dari kejahatan pendengki apabila dia dengki"


An Nas

1. Qul a'uudzu bi rabbin naas "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang memelihara manusia"

2. Malikin naas "yang menguasai manusia"

3. Ilaahin naas "Tuhan bagi manusia"

4. Min syarril waswaasil khannaas "dari kejahatan bisikan setan yang tersembunyi"

5. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas "Yang membisikkan dalam dada manusia"

6. Minal jinnati wan naas "dari jin dan manusia"



Semoga Bermanfaat - Salam Ukhuwah Fillah

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


Rabu, 14 November 2012

Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Hijjriyah

Barangsiapa yang membaca doa AKHIR tahun ini, maka syaitan akan berkata: “Hampalah kami di sepanjang tahun ini“.

Doa Akhir Tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah.siapa saja yang membaca doa ini, maka syaitan berkata :“Kesusahan bagiku dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam pada tahun ini dan Allah binasakan aku satu saat ini juga. Dengan sebab membaca doa ini, Allah akan ampunkan dosanya setahun”

Barangsiapa yang membaca doa AWAL tahun ini, insyaAllah dirinya akan terpelihara daripada gangguan dan godaan syaitan di sepanjang tahun tersebut.

Doa Awal Tahun dibaca 3 kali selesai maghrib pada malam satu Muharram.Barang siapa yang membaca doa ini, Syaitan berkata :-“Telah amanlah anak Adam ini daripada godaan pada tahun ini karena Allah telah mewakilkan dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah Syaitan”.

DOA AKHIR TAHUN

Bismillahirohmannirrohim
Washollohu alla sayidina muhamaddin waala ahlihi wa syohbihi wa sallam. Allahuma ma amiltu fihadihis sanati mimma nahaitani anhu. Falam atub minhu walam tardhohu walam tansahu wahalamta ala ba`da qudrotika alla ukuwbati illa taubati minhu ba`da jurati alla maksiatika fa inna astargfirukha fag firli wamma amiltu fimma mimma tardhohu wawaadtani allaihi sawaba faas alluka allohuma ya khariymu ya dzaldzalali wal ikhromi. Antataqoballahu mina thatho rojanni minka yakharimmu wa shollahu alla sayidina muhammadin nabiya umma wa alla ahlihi wa shobihi wa sallam.


“ Allah SWT bersalawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka. Wahai Tuhan, apa yang telah aku lakukan dalam tahun ini daripada perkara-perkara yang Engkau tegah daripada aku melakukannya dan aku belum bertaubat daripadanya. Sedangkan Engkau tidak ridha dan tidak melupakannya. Dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamkanku dengan taubat selepas keberanianku melakukan dosa-dosa itu semuanya. Sesungguhnya aku memohon keampunanMu, maka ampunilah aku. Dan tidaklah aku melakukan yang demikian daripada apa yang Engkau ridhainya dan Engkau menjanjikanku dengan pahala atas yang sedemikian itu. Maka aku memohon kepadaMu. Wahai Tuhan! Wahai yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima taubat itu dariku dan janganlah Engkau mengabaikan harapanku kepadaMu Wahai Yang Maha Pemurah. Dan Allah bersalawat ke atas penghulu kami Muhammad, ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan mengkharuniakan kesejahteraan ke atas mereka”

DOA AWAL TAHUN

Bismillahirohmannirrohim
Washollohu alla sayidina muhamaddin waala ahlihi wa syohbihi wa sallam. Allahuma anta abadiul khodimu awallu.Wa alla fadlikal adhimi wujudikal muawali wahadaamu jadidu kod akhbala ilaina nasaalukal mismata.Fihiminasyaitoni waauliyaihi wajunudihi wal auna alahadihinafsilamaroti bisuui waistighollu bima yukhoronumi illaika julfa ya dzaldzalali wal ikhromi.Yaa arhamar rohiminna wa shollahu alla sayidina muhammadin nabiya umma wa alla ahlihi wa shobihi wa sallam.


“ Allah SWT bersalawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka. Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentara-tentaranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah bersalawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka.”


Semoga Bermanfaat... Salam Ukhuwah Fillah






Minggu, 10 Juni 2012

MUNAJAT HAMBA PENDOSA


Ya Allah...
Kami memohon ampun kepada-MU dari istighfar-istighfar kami, yang lebih banyak hanya terucap di mulut saja, dan tak benar-benar keluar dari tekad hati dan kejujuran nurani !

Ya Allah...
Kami bertobat kepada-MU dari tobat-tobat kami, yang lebih sering penuh dengan kepura-puraan dan pengelabuan diri sendiri !

Puji syukur tak terhingga hanya kepada-MU, ya Allah.
Karena Engkau masih berkenan mengizinkan dan bahkan mewajibkan kami agar tetap dan senantiasa berharap dengan pengharapan yang sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya, pada tak terbatasnya keluasan ampunan-MU dan tak bertepinya samudera rahmat-MU !

Nastaghfirullahal-ladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa natubu ilaih !

Kami beristighfar memohon ampun hanya kepada Allah, Yang tiada tuhan selain DIA, Maha Hidup dan Maha Menghidupkan, serta kami bertobat juga hanya kepada-NYA !