Minggu, 17 Juni 2012

Seleksi Alam Dalam Facebook

Seiring dengan terus berlangsungnya kehidupan, seirama dengan orbit bumi, matahari, bulan, bintang, planet-planet, gugusan galaxi dalam jagat alam semesta raya ini... Hukum Alam berlaku... Seleksi Alam bekerja. Pada akhirnya semua unsur berkumpul ke sekutunya masing-masing. Satu dengan yang lainnya hanya bersekatkan kaca bening, seolah tanpa batas jika dipandang. Proses ini berlaku bagi Flora, Fauna dan juga Mahkluk Allah paling sempurna yang berjuluk Manusia. Pengelompokan ini terjadi begitu saja. Pelan tapi pasti. Dan terjadi begitu alami, hingga seolah alamlah yang menentukan dikelompok mana kita harus bersekutu. Namun sesungguhnya kita lah penentunya. Manusia macam apakah kita, kita pula yang membentuknya. Unsur-unsur dan elemen-elemen apa saja yang kita bangun sehingga membentuk pribadi yang menghasilkan karakter tertentu, kitalah designernya. Alam hanya memproses mana kala karakter itu telah terbentuk. Mengalir begitu lembut bagai semilir angin...

Selaras dengan matangnya karakter seseorang, terbentuk pula indikator perasaan egoitas. Filter alam mulai memproses. Manusia malas tak akan betah berlama-lama kumpul dengan manusia pekerja yang selalu membahas pekerjaan. Manusia yang selalu berpikir, berbicara dan berkelakuan baik juga tidak akan betah berinteraksi dengan kelompok yang hobby mencela, berpikir ngeres, dan berkelakuan liar. Begitu pula yang biasa rendah hati tak kan cocok dengan yang sombong dan seterusnya. Sehingga masing-masing secara otomatis akan mencari habitat yang paling dirasa nyaman.

Jika kita ingin tahu sesungguhnya manusia macam apa kita... kepada siapa dan dengan komunitas apa kita nyaman berinteraksi, itulah cermin bagi kita. Hal ini pula yang berlaku di Dunia Maya yang diantaranya bergelar Facebook. Segala bentuk yang kita dapatkan atau kita kirimkan baik itu tulisan ataupun tautan dalam jenis apapun, sesungguhnya adalah cerminan siapa diri kita. Kita yang punya otoritas memilih kepada siapa dan di komunitas mana kita berteman. Manusia yang hobby merayu tak kan tertarik menulis comment nya di tema politik, bisnis ataupun religi. Manusia yang doyan disanjung tak akan pernah punya nyali menulis statmentnya di komunitas manusia-manusia kritis.

Ada 2 type yang dapat kita bedakan di dalam Facebook, yaitu yang menekankan pada :


1. Kwantitas

Menulis apapun, pasti yang menanggapi banyak sekali. Meskipun selalu comment yang didapat tak pernah ada kaitannya dengan makna status yang ditulis. Bahkan satu dengan yang lain tanpa ada interaksi. Biasanya hal ini akan dibiarkan saja terjadi karena penulis mengandalkan kwantitas tanpa memandang dari bobot tanggapannya. Bahkan tak perlu si penulis menanggapi satu per satu dari komentator. karena semua nada comment nya hampir sama. Dan jangan heran bila penulis enjoy dengan hal itu, karena begitu pulalah karakternya.

2. Kwalitas

Penulis ini terbiasa menulis dimanapun berusaha memberikan yang terbaik, barangkali terbiasa juga menghargai segala sesuatu sesuai porsinya. Sehingga setiap kali dia menulis statuspun akan mendapatkan tanggapan yang berbobot atau berkwalitas. Dan amat terasa makna yang diserap dari interaksi tersebut. Walupun barangkali jumlah komentar yang didapat tidak sebanyak dari type yang pertama tadi.

Kemungkinan kita juga bisa memadukan antara Kwantitas dan Kwalitas. Artinya mendapatkan banyak tanggapan yang bermutu. Caranya adalah dengan menyunting teman. Jangan berteman dengan asal-asalan. Bertemanlah dengan orang-orang yang berkwalitas. Dengan melihat bagaimana teman kita menulis status dan bagaimana teman kita menuliskan komentar. Amat disayangkan ketika teman kita sudah terlalu banyak padahal hanya teman asal-asalan, ketika itu ada yang ingin berteman dan sebenarnya dia akan menjadi teman yang bermanfaat namun sudah penuh.

Nah, dengan menyadari hal tersebut kita semestinya jadi paham sesungguhnya dunia macam apa yang kita harapkan dan manusia macam apa yang kita inginkan. Allah SWT Sang Maha Pencipta adalah Nyata.... dengan demikian segala ciptaan Nya dan apapun yang diproduksi dari ciptaan Nya adalah Nyata adanya. Termasuk apa yang disebut dengan dunia maya. Apa yang kita torehkan didalamnya berdampak nyata.

Jadikanlah diri kita pribadi-pribadi yang cerdas yang selalu mensyukuri segala yang ada di dunia ini dengan cara tidak memandang rendah apapun juga hasil karya Allah SWT. Sekecil apapun jika kita yakin mampu memberikan manfaat kepada kita, dan juga kepada sesama maka Insya Allah Sang Maha Melihat akan meridhoi dan menjadikan diri kita sebagai Insan Yang Bermanfaat.

Semoga tulisan inipun ada manfaatnya, meski itupun tergantung dari bagaimana Anda menafsirkannya. Jika ada istilah-istilah yang kurang up to date saya mohon maaf. Itu tak lain dan tak bukan memang karena dangkalnya ilmu yang saya punya. Maklumlah penulis hanyalah manusia yang Alhamdullillah kebetulan diberi kesempatan bersekolah di SDN ndeso... SMPN ndeso... dan SMAN ndeso... dan Alhamdullillah lagi boleh kuliah meski harus jual pekarangan rumah punya orang tua.

"Menulis" mungkin adalah pekerjaan yang mudah, namun menulis dan membuatnya seolah bernyawa, itu yg lumayan susah..
Ia harus berasal dari hati dan perenungan ilmu...

~ Saat membacanya, telinga ini seolah mendengar suara, lengkap dengan intonasi nadanya...
~ Saat membacanya, seolah melihat wujudnya di hadapan dng tampilan mimik wajahnya...

 
Ia menyentuh dengan lembut tanpa menggurui...


Terima Kasih, Wassallamuallaikum Wr.Wb.

Judul: Seleksi Alam Dalam Facebook
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
By Unknown
Terimakasih Atas Kunjungan Sahabat... Silahkan tulis kritik dan saran di kotak komentar
Barakallahu Fiikum