Senin, 26 November 2012

Adab Menuntut Ilmu (2)


Keempat, Rendah hati terhadap saudara sesama muslim. Allah Ta’ala di dalam surat Al Hijr 88 berfirman, Rendahkanlah dirimu kepada orang-orang mukmin

Rasulullah saw bersabda, Barangsiapa rendah hati karena Allah, Allah akan meninggikannya. Dalam pandangan dirinya dia kecil, namun di mata orang-orang dia sungguh mulia. Dan barangsiapa bersikap sombong, Allah akan merendahkannya. Dalam pandangan dirinya dia besar, tetapi dalam pandangan orang-orang dia sungguh kecil, bahkan engkau akan melihat dia lebih hina dari anjing dan babi”. (HR. Ahmad, al-Bazzardan Ath-Thabrani).

Al-Imam asy-Syafii r.a berkata, “Rendah hati merupakan akhlak orang-orang mulia, sedangkan sombong merupakan akhlak orang-orang tercela. Manusia yang paling tinggi derajatnya adalah orang yang tidak melihat dirinya berderajat. Dan orang yang paling besar keutamaannya adalah orang yang tidak melihat dirinya memiliki keutamaan”.

Rasulullah saw bersabda, Allah Ta’ala mewahyukan kepadaku, “Berendah dirilah kalian hingga seseorang tidak bersikap angkuh terhadap seorang pun, tidak pula seseorang berbuat lalim terhadap seorangpun”. (HR. Imam Muslim dan Abu Dawud).

Di dalam satu ungkapan disebutkan, “Karena hukum Allah Ta’ala berlaku bahwa setiap tumbuhan hanya akan berbuah bila di tanam di tanah yang bahkan lebih rendah dari sandal, maka orang-orang pilihan menjadikan dii mereka sebagai tanah bagi saudara-saudaranya.”

Kelima, Adab lainnya adalah meminta ridha mereka dan memandang mereka lebih baik daripada dirimu. Saling membantu di dalam kebaikan, taqwa dan mencintai Allah. Mendorong mereka senang melakukan hal-hal yang dicintai dan diridhai Allah. Membimbing mereka kepada kebenaran jika mereka lebih tua dari mereka, dan belajar kepada mereka bila engkau lebih muda.

Allah Ta’ala berfirman, Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan”. (QS. Al-Maidah, 2).

Rasulullah saw bersabda, Apabila Allah menghendari seorang penguasa menjadi baik, Allah akan menjadikan menterinya seorang yang jujur. Apabila sang penguasa lupa, sang menteri akan mengingatkan, dan apabila sang raja tidak lupa, sang menteri akan membantunya. Apabila Allah menghendakinya tidak demikian, Dia akan menjadikan menterinya seorang yang buruk. Apabila sang raja lupa, sang menteri tidak mengingatkan. Apabila sang raja ingat, sang menteri tidak akan membantunya”. (HR. Abu Dawud).

Keenam, Mengasihi dan menyayangi semua saudaramu sesama muslim. Yakni dengan cara menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, serta melayani mereka meski dengan sekedar menyodorkan sandal yang hendak dipakainya. Rasulullah saw bersabda, Orang yang tidak menghormati yang lebih besar dan tidak menyayangi yang lebih kecil bukanlah golonganku”. (HR. At-Tirmidzi).

Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang yang penyayang di sayang oleh Yang Maha Penyayang Tabaraka wa Ta’ala. Maka sayangilah yang di bumi, niscaya yang dilangit akan menyayangimu”. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Di dalam hadist qudsi disebutkan bahwa Allah Ta’a berfirman, “Jika kalian menginginkan kasih-Ku, maka sayangilah makhluk-Ku”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Adab ke enam tentang menyayangi sesama ini adalah merupakan pokok ajaran Tasawuf sebagai inti dari ajaran Islam. Islam menganjurkan pemeluknya untuk saling menyayangi, menebarkan kasih sayang kepada semua. Begitu juga terutama di dalam berguru, hendaknya kita memiliki sikap sayang terhadap sesama murid. Rasulullah saw memberikan kasih sayang kepada semua bahkan Beliau tetap menunjukkkan kasih sayang kepada musuh yang membenci Beliau. Hati yang telah disinari cahaya Ilahi akan melimpahkan sifat Rahman dan Rahim Tuhan dan menjadi pembawa rahmat bagi seluruh Alam.

Bersambung…

Judul: Adab Menuntut Ilmu (2)
Rating: 100% based on 99998 ratings. 4.5 user reviews.
By Annang Wibowo
Terimakasih Atas Kunjungan Sahabat... Silahkan tulis kritik dan saran di kotak komentar
Barakallahu Fiikum